Tuesday, December 28, 2004

Dokter Orang Miskin...



saat dengar berbagai bencana
di tanah air tercinta
abah dan ummi ingiiinnnn.... sekali
bidadari mungil kami
tiba menjadi dewasa

odang mau jadi dokterrrs!*
begitu celoteh si sulung
dokter orang miskin
gagas abah

biar bisa nolong
tak perlu bayar
biar bisa nolong
orang-orang yang ditimpa kemalangan
siapa saja dimana saja
di Aceh salah satunya

seperti Oom dokter Jose Rizal ...

Amin, Nak!

* begitu odang melafal huruf "r"


Monday, December 27, 2004

2 Tahun si Bidadari Sulung



Lilypie Baby Ticker

Alhamdulillah, hari ini odang genap berusia 2 tahun. Beda dua hari ultahnya sama ummi ya nak... :)) kata eyang kakung "beda 2 tapi hitung-hitungannya masih menang umminya" Ah, eyang masih aja suka pake primbon jawa kuno.

Dua tahun bersama Odang merupakan anugrah dan pengalaman yang sangat berkesan. Bagi Ummi begitu mendalam... Ummi ingat masa-masa sulit kami, awal berumah tangga. Ummi masih kuliah, abah juga kerja sambil kuliah.Saat ummi positif mengandung, ummi dan abah begitu bahagia sekaligus cemas, berbagai kekhawatiran datang silih berganti --beasiswa diputus, kuliah terganggu. Alhamdulillah kekhawatiran itu pupus, dengan izin Allah kuliah ummi bisa jalan terus meski harus molor.

Sejak hamil tidak pernah ada masalah, hanya menjelang kelahiran yang agak sulit. Odang nggak mau keluar, "takut dingin" kata Pak dan Mak Uwo Zul. Padahal ketuban sudah pecah tapi nggak ada kontraksi. Awalnya ummi akan melahirkan di rumah (kamar di Swelinck) tapi akhirnya ummi dan abah harus ke RS West Einde disana ummi diinduksi (wah rasanya sakit sekali, kata orang-orang melahirkan diinduksi memang lebih sakit dibanding lahir alami) Alhamdulillah ummi bisa sabar dan abah nggak pernah beranjak disamping ummi. Tangan abah sampe sakit-sakit diremas ummi...

Odang tumbuh pesat, usia 3-4 bulan odang sudah bisa buka buku halaman per halaman. Waktu abah ke Inggris, abah bawa oleh2 beberapa buku cerita untuk odang. Minat odang sama buku memang besar (sampai sekarang). Koleksi buku odang sekarang lumayan banyak, meski ummi dan abah cuma mampu beli di kringloop, habis yang baru mahal sekali! Selain buku odang juga sangat antusias belajar berbicara, usia 1 tahun pengucapan kata odang sudah jelas dan perbendaharaan kata juga sudah banyak. Alhamdulillah...

Selama dua tahun ini, odang hidup prihatin bersama abah dan ummi. Dulu waktu kita tinggal di kamar di Sweelinck saat odang sedang giat-giatnya merangkak, ruang jelajah odang cuma kamar ukuran 3x3 m yang penuh sesak dgn barang2. Sejak umur dua bulan sudah biasa kedinginan ditimpa badai angin dan hujan saat kami bawa pergi naik kendaraan umum - tram atau trein. Apalagi odang nggak pernah mau masuk dalam jaket yang seperti baju astronot itu... Ada pengalaman yang lucu, saat ummi dan odang menunggu abah yang sholat Jumat di Masjid Turki Centrum Den Haag. Usai sholat orang2 (laki-laki semua) bubar, tiba-tiba ada orang Maroko yang menghampiri Ummi dan memberikan beberapa receh uang logam cent sambil bilang, Silakan ambil, saya ikhlas. Ummi bingung dan setelah beberapa saat sadar, disangkanya kita ini pengemis! Hiks...hiks...tampang kami mirip pengemis ya? Setelah itu nggak pernah lagi deh tunggu Abah sholat di depan masjid. Lebih baik jalan2 di toko meski nggak beli apa2 :))


Saat kita diberi rezeki menempati rumah di Trekweg, odang juga merasakan susahnya pindahan rumah. Tengah malam musim dingin tahun lalu, odang terpaksa ummi gendong ikut keluar menjaga barang-barang yang ditaruh di jalan, kami beku kedinginan...(habis orang2 Afro di kompleks ini nggragas2 sih, itu juga sudah dijaga masih ada yang mau ambil, disangkanya rommel kali!)

Waktu ummi mengandung adek, odang juga susah disapih. Alhamdulillah akhirnya bisa juga. Dan saat adek lahir odang adalah anak yang paling senang sekaligus paling bersedih. Mungkin takut abah dan ummi nggak sayang lagi ya...masa adaptasi kehadiran adek merupakan masa yang sulit bagi odang dan kami. Untung eyang bisa datang menemani odang. Odang jadi suka ngambek dan nggak sholehah, tapi hebatnya odang nggak pernah ganggu adek. Pernah tengah malam odang bangun terus duduk melamun menatap ke jendela,lamaaaa....ummi jadi sedih dan nangis... sayang, cinta kami sama untuk kalian berdua, nak!

Tak ada yang lebih menyenangkan abah dan ummi, selain melihat bidadari-bidadari kami tumbuh sehat, cerdas dan sholehah.




Sunday, December 26, 2004

Red Rose...


Hari ini abah bawa
Seikat mawar merah
Sebagai lambang
Ungkapan cinta

Dalam jambangan gerabah
Seikat mawar merah
begitu anggun dan indah
Seindah cerita hari kita

Semoga...
Selalu harum abadi
dalam jiwa kita


.:Terima kasih Abah, bunganya indah!:.




Saturday, December 25, 2004

Hari ini dan 33 tahun lalu...


Hari masih malam (02.56 am), kalian masih tidur. Hari ini jarig-nya ummi. Ah, nggak terasa usia ummi sudah 33 tahun! Sudah tua :) Kata eyang uti, dulu setiap tgl ini, kami selalu merayakannya, mengundang teman-teman kecil sekampung. Hhmmm...dulu itu eyang kakung sempat beli pohon natal kecil lengkap dengan lampu-lampunya dan lagu jingle bells-nya the Mercy's juga ikut dipasang... ada fotonya ummi pake baju model balerina warna pink sedang makan kue tart buatan eyang uti :)

Pernah waktu SMP,menjelang hari H ummi kebingungan. Biasanya teman-teman ummi yg ultah (mereka anak-anak orang kaya) selalu mengundang teman sekelas ke restoran terkenal seperti KFC,Texas Fried Chicken di Cikini, Red Roaster di Pasar Baru atau ditraktir ke Dufan Ancol (itu sekitar tahun 86-87an).Ummi nggak punya uang dan eyang cuma kasih uang Rp. 10.000 (itu uang jajan ummi sebulan) untuk traktir teman sekelas plus kakak-kakak kelas di kelompok Marching Band (dulu ummi ikut MB lho!)! Ummi sampai ketakutan ditagih traktir...Ada kakak kelas ummi yg baik dan ngerti - akhirnya kami hanya makan bakso malang dan minum coca-cola.

Kemudian saat SMA, ummi cuma bawa kue-kue buatan eyang ke sekolah, donat,pastel dan taart. Kadang ummi undang teman2 dekat makan bakso atau siomay ke rumah. Setelah kuliah, acara kumpul-kumpul dan makan-makan lebih dimaknai sebagai ajang silaturahmi bersama teman-teman.

Teman-teman ummi sampai saat ini masih selalu ingat hari ultah ummi. Selalu ada saja yang kirim ucapan selamat. Dulu ummi senang, tapi sudah lama nggak lagi karena ummi tahu jika hari itu tiba maka usia ummi jadi berkurang satu. Berarti saat menghadap Allah juga semakin dekat. Ah, selalu saja terasa bekal ummi belum banyak...

Dan tahun ini, selain kelulusan kuliah-- hadiah terindah yang ummi terima dari Allah adalah kalian - dua bidadari mungil Abah dan ummi. Kalianlah permata hati dan qurota-a'yun kami. Senantiasa doa terlantun, semoga Allah di sisa-sisa umur abah dan ummi selalu membimbing dan menguatkan kami untuk dapat memelihara dan mengasuh kalian menjadi generasi robbani. Amin.

Monday, December 20, 2004

Seperti Mimpi...



Pagi ini cangkir putih berisi sisa teh manis masih ada di atas meja, dipan beralas kain putih dengan selimut biru laut rapih terlipat, seolah masih hangat.Seperti mimpi...rasanya baru kemarin Eyang tiba di pondok kami, datang menolong ummi menjelang kelahiran Adek, merawat odang. Dan semalam Eyang sudah harus kembali, Eyang Kakung sudah menunggu di Jakarta...

Dua setengah bulan -- meski singkat -- kami habiskan dengan saling bertukar cerita, bernostalgia. Eyang sering kedinginan, makanya harus selalu minum teh panas manis dan pakai baju berlapis-lapis di dalam rumah. Odang jadi lebih manja, sukanya minta gendong "Eyang gendong Odang!!!" begitu selalu rengek odang, kadang tengah malam Odang bangun dan berlari ke kamar Eyang. Dibimbing Eyang, odang sudah hafal Al Fatihah, kata Eyang kalau odang sudah 2 tahun nanti harus hafal sendiri. Semalam odang masih memanggil-manggil eyang dalam tidurnya, tapi Alhamdulillah pagi ini, saat bangun tidur, di depan kamar Eyang odang bilang, "Ummi, Eyang sudah pulang". Odang udah ngerti.

Sebaliknya adek Hannah nangis terus semalam...mungkin merasa kehilangan. Sebab kalau Ummi sibuk masak atau internetan, selalu Eyang yang gendong adek. Ummi juga sedih. Ummi sering nangis diam-diam di dapur atau kamar mandi dua minggu sebelum eyang memutuskan untuk pulang lebih awal. Beberapa hari kemarin, Ummi berusaha keras untuk tidak menangis di depan eyang. Takut Eyang jadi sedih memikirkan kami yang ditinggal. Tapi menjelang berangkat, Ummi sudah nggak tahan, menumpahkan airmata Ummi di pelukan Eyang. Banyak pesan Eyang untuk Ummi dan Abah dan juga Odang dan adek. Entah kapan kami bisa bertemu dan berkumpul lagi dengan Eyang... Semoga Allah berkenan memberi kesempatan itu. Amin!

:: Teriring doa dan sayang kami untuk Eyang ::



Wednesday, December 15, 2004

Alhamdulillah,akhirnya....

Hannah sakit...
Jam 7.00 pagi (masih gelaaappp sekali!), Abah,Ummi dan Adek Hannah bersiap pergi ke huisaart dan ziekenhuis. Sudah lebih dari seminggu muka adek merah dan gatal. Kalau Ummi check kaki. Di luar udara begitu dingin, sepanjang jalan ke halte bus 23 adek nangis terus..

Di dalam bus dan tram adek tidur terus. Dr. Pradja yang ramah periksa adek, ternyata adek kena ecziem. Habis itu ke RS antar Ummi. Pulangnya kami singgah di apotheek, adek dibelikan empeng sekalian,biar di jalan nggak ribut lagi, juga sempat ke pasar Hobema -- beli ikan dan sayur. Kasihan adek ketinan,eh kedinginan...

Certificate Abah dan Ummi
Sampai di rumah sudah agak siang, tiba-tiba bel berdering. Ummi melongok dari jendela,ternyata tukang pos. Wow, what a surprise! Ternyata kiriman certificate MA-Ummi. Alhamdulillah...meski Ummi sudah lulus setahun lalu, tapi certificatenya baru dikirim hari ini. Sehari sebelumnya Abah dikirimi certificate MA-nya juga!!! Eyang dan Abah memberi ciuman selamat untuk Ummi. Abah dan Ummi kini sudah merasa lega dan bersyukur.

Doa kami untuk kedua bidadari mungil, semoga kalian juga bisa merasakan kebahagiaan seperti kami saat ini, bahkan lebih...

Friday, December 10, 2004

Mengukir Hari dalam Rangkaian Kata

Pondok mungil kami terletak di pinggir sungai dengan pemandangan indah terhampar. Tempat burung camar, itik roven, angsa dan bangau bercengkrama.

Bila jembatan beton hydrolik terangkat, itu pertanda kapal-kapal pengangkut pasir dan container akan melintasi sungai dan orang-orang yang bersampan akan menyingkir ke pinggirnya. Tak kenal cuaca, selalu senandung row...row..row...your boat gently down the stream...di benak mereka!

Musim semi tiba, pohon cherryblossom didepan jendela akan berbunga putih indah. Di dahannya biasa bertengger burung jalak hitam dan muray. Burung merpati kadang tak tahu diri, menyerobot remah-remah roti

Pekik riang anak-anak keturunan Belanda,Turki, Maroko dan anak-anak benua Afrika lainnya terdengar dari lapangan bola rumput, speltuin dan halaman De Cameleon peuterspelzal. Musim panas nanti bidadari sulung kami akan bergabung, menjadi murid termungil disana

Di pondok ini banyak cerita, yang membuat kami tertawa, marah dan menangis bersama. Kami ingin mengenangnya dimasa mendatang. Dengan menorehkannya pada buku harian elektronik ini. Semoga banyak ibroh yang dapat kami ambil di dalamnya

.: Kami persembahkan untuk dua bidadari mungil kami, Jasmijn dan Hannah :.


Generasi Covid, Magical Generation??

Alhamdulillah, akhirnya Odang lulus SMA... meski rasanya kok kayak nggak lulus beneran karena tidak ada UNBK dan lulus dalam kondisi di r...