Alhamdulillah, hari ini odang genap berusia 2 tahun. Beda dua hari ultahnya sama ummi ya nak... :)) kata eyang kakung "beda 2 tapi hitung-hitungannya masih menang umminya" Ah, eyang masih aja suka pake primbon jawa kuno.
Dua tahun bersama Odang merupakan anugrah dan pengalaman yang sangat berkesan. Bagi Ummi begitu mendalam... Ummi ingat masa-masa sulit kami, awal berumah tangga. Ummi masih kuliah, abah juga kerja sambil kuliah.Saat ummi positif mengandung, ummi dan abah begitu bahagia sekaligus cemas, berbagai kekhawatiran datang silih berganti --beasiswa diputus, kuliah terganggu. Alhamdulillah kekhawatiran itu pupus, dengan izin Allah kuliah ummi bisa jalan terus meski harus molor.
Sejak hamil tidak pernah ada masalah, hanya menjelang kelahiran yang agak sulit. Odang nggak mau keluar, "takut dingin" kata Pak dan Mak Uwo Zul. Padahal ketuban sudah pecah tapi nggak ada kontraksi. Awalnya ummi akan melahirkan di rumah (kamar di Swelinck) tapi akhirnya ummi dan abah harus ke RS West Einde disana ummi diinduksi (wah rasanya sakit sekali, kata orang-orang melahirkan diinduksi memang lebih sakit dibanding lahir alami) Alhamdulillah ummi bisa sabar dan abah nggak pernah beranjak disamping ummi. Tangan abah sampe sakit-sakit diremas ummi...
Odang tumbuh pesat, usia 3-4 bulan odang sudah bisa buka buku halaman per halaman. Waktu abah ke Inggris, abah bawa oleh2 beberapa buku cerita untuk odang. Minat odang sama buku memang besar (sampai sekarang). Koleksi buku odang sekarang lumayan banyak, meski ummi dan abah cuma mampu beli di kringloop, habis yang baru mahal sekali! Selain buku odang juga sangat antusias belajar berbicara, usia 1 tahun pengucapan kata odang sudah jelas dan perbendaharaan kata juga sudah banyak. Alhamdulillah...
Selama dua tahun ini, odang hidup prihatin bersama abah dan ummi. Dulu waktu kita tinggal di kamar di Sweelinck saat odang sedang giat-giatnya merangkak, ruang jelajah odang cuma kamar ukuran 3x3 m yang penuh sesak dgn barang2. Sejak umur dua bulan sudah biasa kedinginan ditimpa badai angin dan hujan saat kami bawa pergi naik kendaraan umum - tram atau trein. Apalagi odang nggak pernah mau masuk dalam jaket yang seperti baju astronot itu... Ada pengalaman yang lucu, saat ummi dan odang menunggu abah yang sholat Jumat di Masjid Turki Centrum Den Haag. Usai sholat orang2 (laki-laki semua) bubar, tiba-tiba ada orang Maroko yang menghampiri Ummi dan memberikan beberapa receh uang logam cent sambil bilang, Silakan ambil, saya ikhlas. Ummi bingung dan setelah beberapa saat sadar, disangkanya kita ini pengemis! Hiks...hiks...tampang kami mirip pengemis ya? Setelah itu nggak pernah lagi deh tunggu Abah sholat di depan masjid. Lebih baik jalan2 di toko meski nggak beli apa2 :))
Saat kita diberi rezeki menempati rumah di Trekweg, odang juga merasakan susahnya pindahan rumah. Tengah malam musim dingin tahun lalu, odang terpaksa ummi gendong ikut keluar menjaga barang-barang yang ditaruh di jalan, kami beku kedinginan...(habis orang2 Afro di kompleks ini nggragas2 sih, itu juga sudah dijaga masih ada yang mau ambil, disangkanya rommel kali!)
Waktu ummi mengandung adek, odang juga susah disapih. Alhamdulillah akhirnya bisa juga. Dan saat adek lahir odang adalah anak yang paling senang sekaligus paling bersedih. Mungkin takut abah dan ummi nggak sayang lagi ya...masa adaptasi kehadiran adek merupakan masa yang sulit bagi odang dan kami. Untung eyang bisa datang menemani odang. Odang jadi suka ngambek dan nggak sholehah, tapi hebatnya odang nggak pernah ganggu adek. Pernah tengah malam odang bangun terus duduk melamun menatap ke jendela,lamaaaa....ummi jadi sedih dan nangis... sayang, cinta kami sama untuk kalian berdua, nak!
Tak ada yang lebih menyenangkan abah dan ummi, selain melihat bidadari-bidadari kami tumbuh sehat, cerdas dan sholehah.
No comments:
Post a Comment