Tuesday, October 25, 2005

HARAPAN DAN DOA ABAH-UMMI





Den Haag, 25 Oktober 2004


Alhamdulillah dan kami sangat bersyukur kehadhirat-Nya, hari ini putri kami yang kedua genap berusia satu tahun. Puteri kami yang kedua lahir tanggal 25 Oktober 2004, jam 08.10 pagi. Puteri ini kami beri nama Hannah Lubna Haags-Alimah dengan nama panggilan Hannah. Sama dengan kelahiran kakaknya—Odang Jasmijn—Hannah juga lahir di Westeinde Ziekenhuis (Den Haag), di Ruang Bersalin “Prinses Máxima Kinderafdeling”; hanya hari dan waktu, kamar bersalin, perawat dan dokternya yang berbeda. Selama kehamilan, Hannah dan Ummi ditangani oleh Verloskundigen Rijswijk dengan bidan Bernadet van Baars dan Mareti Visser dan paska kelahiran oleh Delfland Kraamzorg.

Hannah bermakna kasih-sayang dan perhatian (affection), dan kami berharap Hannah memiliki sifat kasih-sayang, santun dan perhatian kepada orang lain dan lingkungannya; begitu juga sebaliknya.

Sedangkan kata Lubna berarti sejenis pohon yang mengeluarkan cairan seperti susu tetapi rasanya lebih manis daripada madu. Disamping itu, ia juga bermakna sesuatu yang diinginkan, tujuan yang hendak dicapai, atau sesuatu yang menghasilkan susu. Disamping itu, Lubna juga nama seorang Shahabiyah. Sifat afeksi Hannah hendaknya mengandung kebaikan dan manfaat bagaikan ‘lubna’ bagi orang lain.

Haags adalah adjektif dari Den Haag, kota kelahiran Hannah. Sebagai kata sifat, Haags menjelaskan kata Alimah yang bermakna perempuan yang berilmu dan cerdas.

Do’a dan harapan kami sebagai orangtua, semoga Hannah tumbuh sebagai seorang yang penuh kasih-sayang yang memberikan kebaikan dan manfaat bagi lingkungannya berbasis pada ilmu pengetahuan, ketrampilan dan kreativitas serta sholihah.

Semoga harapan yang kami terakan di sini—pada saatnya—bisa dipahami Hannah, dan Allah (SWT) melimpahkan kemudahan kepada kami semua untuk mencapainya.

Dari Abah dan Ummi.

Tuesday, October 18, 2005

Herfst

Herfst atau musim gugur udah mulai terasa di Trekweg...daun-daun mulai kuning, coklat dan merah tembaga dan saat angin berhembus daun-daun itu merontokkan diri bersama. Pohon-pohon bersiap "tidur" di musim dingin nanti. Ummi dan abah selalu menceritakan perubahan-perubahan alam yang terjadi terutama belakangan ini.

Kemarin waktu muncul bulan purnama, dari jendela besar di ruang tamu odang dan adek terpesona dan baru ngeh sama bentuk bulan yang bulat besar itu. Kemarin-kemarin kan odang tahunya bulan itu bentuk sabit (ada lagunya ya: bulan sabit di awan...) juga digambar2 di buku bulan seringnya berbentuk sabit. Juga kalau pas pulang sekolah, kalau lewat di depan taman, kami sering berhenti dulu lihat sarang laba-laba, burung, bebek dan memungut buah-buah oak yang berjatuhan. Sampai di rumah odang jadi suka main laba-laba, tangannya yang kecil itu merambat-rambat di muka ummi, ih...geli,nak! Buah-buah oak kami kumpul di sebuah wadah, bersama daun dan mawar kering, ditaruh di kamar mereka. Juga waktu hujan di hari panas, selembar pelangi melingkar di cakrawala. Dari balkon belakang kelihatan jelas sekali. Baru kali itu odang melihat pelangi, terus langsung nyanyi pelangi ciptaan Allah...

Beberapa pekan ini ummi memang lumayan sibuk, jadi nggak sempat posting. Tapi ummi tetap mencatat di kepala dan mengabadikan moment2 perkembangan dua bidadari ummi. Adek sekarang bener-bener aktif memanjat, apa aja dipanjat termasuk kursi, kursi wc odang, sampai ke meja komputer. Senengnya kalau memanjat jendela besar ruang tamu, dia bebas lihat apa saja di bawah, orang naik sepeda, oma yang bawa anjingnya jalan-jalan, anak-anak yang main...Beberapa kali adek jatuh, untungnya bukan dari atas meja atau kursi, kalo yang kayak begini mudah-mudahan nggak deh! Dua mungil itu juga suka berantem, kalo berantem suka tarik-tarik baju dan pukul (untung pukulnya nggak keras sih) yang galak justru adek. Makanya pengawasan ummi betul-betul intensif, makanya jadi nggak bisa ngapa-ngapain. Kalau adek lagi nggak sholehah, odang suka ikut gaya ummi kalo lagi nasehatin atau marahin adek, "Adeekkk...nggak boleh! Nanti kan rusak..." sambil telunjuk kecilnya ngacung-ngacung dan matanya melerok!

Image hosted by Photobucket.com


Adek juga berani berusaha jalan sendiri, biarpun ummi nggak mentatah, dia nekat coba sendiri. Berusaha berdiri, terus jalan 3-4 langkah dan jatuh. Begitu terus, seolah-olah ngejar target umur satu tahun nanti udah harus bisa jalan hehehehe... Mereka berdua juga sejak Ramadhan ini, suka banget ikut sholat berjamaah, bahkan odang yang suka teriak "Yuk sholat..."waktu denger azan dari komputer. Terus odang minta jilbabnya, adek digendong abah, kami sholat. Odang ikut sholat bener-bener dari awal sampai akhir. Terus berdoa, dan salam ke abah dan ummi, adek juga udah ngerti kalau diajak salam dia akan cium tangan ummi dan abah. Alhamdulillah...cuma odang kalau disuruh belajar Iqro dg lihat buku iqronya dia nggak mau, jadi mau nggak mau ummi pake cara lain. Ummi tulis huruf2 hijaiyyah itu di papan tulis magnetnya, terus odang ummi minta nebak huruf apa yang ummi tulis. Mmm...jadi tampaknya odang nggak suka kalo belajar terlalu serius.

Wednesday, October 05, 2005

100% bebas euyy...

Marhaban yaa Ramadhan... Alhamdulillah sudah datang lagi tamu agung itu. Nggak terasa, bagi odang ini adalah Ramadhan ke 3 sementara untuk adek adalah yang pertama. Ummi udah cerita-cerita dikit tentang puasa ke odang, terus niatnya sih mau melatih 2 jam-2 jam, cuma hari pertama sahur odang masih tidur, jadi nggak ikutan sahur.

***
Pekan kemarin, kami nggak kemana-mana, tapi dikunjungi tante-tante yang juga bawa anak-anaknya. Ramai... ada Gifari, Shafira, Wildan, Salsabila, si Teteh Nailah dan Kamilah.Lagi-lagi ummi nyesel banget nggak sempet potret mereka, padahal jarang-jarang bisa kumpul semua gitu...Odang seneng kedatangan banyak teman.

***
Alhamdulillah odang sekarang udah nggak pup di celana, sejak seminggu ini kalau mau pup udah bilang dan minta diantar ke WC. Udah lega beneran sekarang ummi, plong gitu toilet trainingnya (pup sama plasen) udah 100% berhasil. Jadi kuncinya memang harus sabar dan konsisten. Kiat ummi kalo bujuk odang, "odang jangan e'e' di celana ya, kasihan itu bear-nya masa die'e'-in" Odang biasanya bilang, "Iya, kasihan ya ummi bearnya..." kebetulan celana-celana odang ada gambar-gambarnya. Meski diawal-awal ya tetep aja e'e' di celana tapi lama-lama odang ngerti kapan terasa mau pup atau kadang-kadang dia bilang mau pup tapi ternyata cuma plasen. Kalau sekarang sih dia udah bisa bedain mana sakit perut mau pup dan plasen. Adek tiap odang ke WC juga maunya ikutan masuk, terus berusaha manjat tangga WC plastiknya odang.

***
Image hosted by Photobucket.comAdek lagi suka banget naik-naik ke box mainan dan kursi, favoritenya kursi kecil meja komputer. Terus sambil berdiri dia ngoprek keyboardnya, serius ngetik ceritanya. Adek juga semangat latihan jalan, nggak suka dia liat ummi atau abah duduk di depan komputer, pasti narik-narik paksa cari jari-jari ummi dan abah minta di tatah. Ya udah, nurutin aja maunya adek yang minta jalan keliling rumah, keluar masuk kamar, dapur... kalo diajak tatah gitu, adek ketawa2 kesenengan. Kalo ummi lagi males biasanya adek usaha sendiri, ngerembet di dinding, sesekali lepas tangan, jalan dua tiga langkah dan jatuh deh...Image hosted by Photobucket.com
***


Pekan kemarin odang dapat banyak hadiah dari ummi dan abah. Abah beliin sepeda roda tiga karena odang pengin sepeda yang ada genjotannya. Scooty kecilnya dikasih ke adek. Terus ummi beliin buku pop up "Crocodile ben je klaar" Wah ini lagi jd buku favorite odang dan adek, tiap hari pasti minta dibacain, soalnya buku pop upnya bagus harganya juga murah lagi aanbieding.Image hosted by Photobucket.com


Odang juga dapat celana monyet dari ummi. Celana monyet ini ummi bikin sendiri, jahitan perdana ummi. Karena ummi nggak bisa bikin pola, jadinya ummi njeplak aja ke celana aslinya. Bikinnya lama, 2 bulan, soalnya selain sibuk juga kalau pas salah ummi nunggu mood lagi untuk ngeberesinnya. Alhamdulillah odang suka pakenya dan minta ditambah asesori tempelan jerapah. Yah, nanti dibeliin deh tempelannya di pasar.

Image hosted by Photobucket.comLumayan juga, ummi udah rencana mau bikin baju sendiri. Abah setelah periksa hasil jahitan ummi akhirnya dengan suka rela mau juga jadi "korban" berikutnya hahaha...bahan kodorai yang beli di pasar tempo hari mau ummi bikinin celana buat abah. Tapi ya itu....sabar menunggu mood hehehehe....

Generasi Covid, Magical Generation??

Alhamdulillah, akhirnya Odang lulus SMA... meski rasanya kok kayak nggak lulus beneran karena tidak ada UNBK dan lulus dalam kondisi di r...