Eyang Kikuk dulunya guru senior di SIN tempat abah ngajar. Beliau dulu juga menjadi saksi nikah Abah dan Ummi selain Oom Deden. Begitu perhatian pada kami, barang-barang di rumah kami hampir semuanya pemberian beliau, barang lungsuran yang sangat bermanfaat. Ummi ingat, beberapa hari setelah melahirkan Odang, beliau dan ibu datang menengok membawa makanan instant, katanya supaya ummi nggak repot masak, kan habis lahiran dan nggak ada orang yang bantu masak. Juga pernah di suatu hari musim dingin dan hujan, eyang kikuk datang ke rumah bawa ikan makreel, katanya beliau habis mancing di laut, dan ikan2 tangkapannya langsung dibagi-bagikan ke semua kenalannya. Beliau begitu ringan tangan membantu siapa saja, makanya nggak heran saat pemakaman beliau, subhanallah banyak sekali orang yang datang untuk sholat jenazah, begitu cerita abah yang ikut sholat dan antar jenazah ke kuburan. eyang kikuk dimakamkan di pemakaman umum khusus bagian muslim di Den Haag. Semoga Allah menerima segala amal baik beliau, memaafkan segala kekhilafannya dan melapangkan kuburnya. Amin...

Hari Senin lalu Ummi dan adek ke rumah tante Elly. Siangnya ummi jemput odang di sekolah dan Sarah ikut juga, mau main sama odang katanya. Tante Elly juga harus ke Masjid Al Hikmah untuk ikutan sholat jenazah Eyang Kikuk . Odang seneng main sama Sarah, bahasa Belandanya pun jadi nambah satu dua kata soalnya Sarah kan berbahasa Belanda. Sarah juga kasih beberapa mainannya untuk Odang, puzle blok dan telefon mobil.
***
***
Sejak hari sabtu lalu, udara di langit Trekweg benar2 cerah. Subhanallah...begitu cerahnya sampai-sampai jarang ada angin yang lewat. Padahal Belanda itu kalau udah masuk musim gugur anginnya nggak kira2 bisa menerbangkan orang yang bersepeda! Begitulah cuaca di Belanda yang sering anjlok-anjlokan. Odang jadi malas ke sekolah, mungkin karena terlalu panas ya, Ummi sih belum pernah lihat derajat panasnya. Odang dan adek maunya mandi, sebentar2 odang minta mandi berendam di ember, adek juga kalau belum dimandikan menjelang malam nggak mau tidur dia. Dua anak ummi ini kalau tidur, jangankan musim panas, musim dingin aja rambutnya basah kuyup berkeringat! Kata Abah, mereka seperti Eyang Kakung, kalo bangun tidur keringatan hahaha...ya namanya juga cucunya.



