Friday, December 10, 2004

Mengukir Hari dalam Rangkaian Kata

Pondok mungil kami terletak di pinggir sungai dengan pemandangan indah terhampar. Tempat burung camar, itik roven, angsa dan bangau bercengkrama.

Bila jembatan beton hydrolik terangkat, itu pertanda kapal-kapal pengangkut pasir dan container akan melintasi sungai dan orang-orang yang bersampan akan menyingkir ke pinggirnya. Tak kenal cuaca, selalu senandung row...row..row...your boat gently down the stream...di benak mereka!

Musim semi tiba, pohon cherryblossom didepan jendela akan berbunga putih indah. Di dahannya biasa bertengger burung jalak hitam dan muray. Burung merpati kadang tak tahu diri, menyerobot remah-remah roti

Pekik riang anak-anak keturunan Belanda,Turki, Maroko dan anak-anak benua Afrika lainnya terdengar dari lapangan bola rumput, speltuin dan halaman De Cameleon peuterspelzal. Musim panas nanti bidadari sulung kami akan bergabung, menjadi murid termungil disana

Di pondok ini banyak cerita, yang membuat kami tertawa, marah dan menangis bersama. Kami ingin mengenangnya dimasa mendatang. Dengan menorehkannya pada buku harian elektronik ini. Semoga banyak ibroh yang dapat kami ambil di dalamnya

.: Kami persembahkan untuk dua bidadari mungil kami, Jasmijn dan Hannah :.


No comments:

Generasi Covid, Magical Generation??

Alhamdulillah, akhirnya Odang lulus SMA... meski rasanya kok kayak nggak lulus beneran karena tidak ada UNBK dan lulus dalam kondisi di r...