
Den Haag, 25 Oktober 2004
Alhamdulillah dan kami sangat bersyukur kehadhirat-Nya, hari ini putri kami yang kedua genap berusia satu tahun. Puteri kami yang kedua lahir tanggal 25 Oktober 2004, jam 08.10 pagi. Puteri ini kami beri nama Hannah Lubna Haags-Alimah dengan nama panggilan Hannah. Sama dengan kelahiran kakaknya—Odang Jasmijn—Hannah juga lahir di Westeinde Ziekenhuis (Den Haag), di Ruang Bersalin “Prinses Máxima Kinderafdeling”; hanya hari dan waktu, kamar bersalin, perawat dan dokternya yang berbeda. Selama kehamilan, Hannah dan Ummi ditangani oleh Verloskundigen Rijswijk dengan bidan Bernadet van Baars dan Mareti Visser dan paska kelahiran oleh Delfland Kraamzorg.
Hannah bermakna kasih-sayang dan perhatian (affection), dan kami berharap Hannah memiliki sifat kasih-sayang, santun dan perhatian kepada orang lain dan lingkungannya; begitu juga sebaliknya.
Sedangkan kata Lubna berarti sejenis pohon yang mengeluarkan cairan seperti susu tetapi rasanya lebih manis daripada madu. Disamping itu, ia juga bermakna sesuatu yang diinginkan, tujuan yang hendak dicapai, atau sesuatu yang menghasilkan susu. Disamping itu, Lubna juga nama seorang Shahabiyah. Sifat afeksi Hannah hendaknya mengandung kebaikan dan manfaat bagaikan ‘lubna’ bagi orang lain.
Haags adalah adjektif dari Den Haag, kota kelahiran Hannah. Sebagai kata sifat, Haags menjelaskan kata Alimah yang bermakna perempuan yang berilmu dan cerdas.
Do’a dan harapan kami sebagai orangtua, semoga Hannah tumbuh sebagai seorang yang penuh kasih-sayang yang memberikan kebaikan dan manfaat bagi lingkungannya berbasis pada ilmu pengetahuan, ketrampilan dan kreativitas serta sholihah.
Semoga harapan yang kami terakan di sini—pada saatnya—bisa dipahami Hannah, dan Allah (SWT) melimpahkan kemudahan kepada kami semua untuk mencapainya.
Dari Abah dan Ummi.
Herfst atau musim gugur udah mulai terasa di Trekweg...daun-daun mulai kuning, coklat dan merah tembaga dan saat angin berhembus daun-daun itu merontokkan diri bersama. Pohon-pohon bersiap "tidur" di musim dingin nanti. Ummi dan abah selalu menceritakan perubahan-perubahan alam yang terjadi terutama belakangan ini.
Beberapa pekan ini ummi memang lumayan sibuk, jadi nggak sempat posting. Tapi ummi tetap mencatat di kepala dan mengabadikan moment2 perkembangan dua bidadari ummi. Adek sekarang bener-bener aktif memanjat, apa aja dipanjat termasuk kursi, kursi wc odang, sampai ke meja komputer. Senengnya kalau memanjat jendela besar ruang tamu, dia bebas lihat apa saja di bawah, orang naik sepeda, oma yang bawa anjingnya jalan-jalan, anak-anak yang main...Beberapa kali adek jatuh, untungnya bukan dari atas meja atau kursi, kalo yang kayak begini mudah-mudahan nggak deh! Dua mungil itu juga suka berantem, kalo berantem suka tarik-tarik baju dan pukul (untung pukulnya nggak keras sih) yang galak justru adek. Makanya pengawasan ummi betul-betul intensif, makanya jadi nggak bisa ngapa-ngapain. Kalau adek lagi nggak sholehah, odang suka ikut gaya ummi kalo lagi nasehatin atau marahin adek, "Adeekkk...nggak boleh! Nanti kan rusak..." sambil telunjuk kecilnya ngacung-ngacung dan matanya melerok!
Adek lagi suka banget naik-naik ke box mainan dan kursi, favoritenya kursi kecil meja komputer. Terus sambil berdiri dia ngoprek keyboardnya, serius ngetik ceritanya. Adek juga semangat latihan jalan, nggak suka dia liat ummi atau abah duduk di depan komputer, pasti narik-narik paksa cari jari-jari ummi dan abah minta di tatah. Ya udah, nurutin aja maunya adek yang minta jalan keliling rumah, keluar masuk kamar, dapur... kalo diajak tatah gitu, adek ketawa2 kesenengan. Kalo ummi lagi males biasanya adek usaha sendiri, ngerembet di dinding, sesekali lepas tangan, jalan dua tiga langkah dan jatuh deh...

Lumayan juga, ummi udah rencana mau bikin baju sendiri. Abah setelah periksa hasil jahitan ummi akhirnya dengan suka rela mau juga jadi "korban" berikutnya hahaha...bahan kodorai yang beli di pasar tempo hari mau ummi bikinin celana buat abah. Tapi ya itu....sabar menunggu mood hehehehe....



