Monday, January 31, 2005

Diaper VS Sekolah

Pagi ini odang mulai pake "diaper" made in kampung, itu lho celana semi plastik yang dibawain sama eyang. Tadinya ummi bingung mau diapain itu celana semi plastiknya karena disini kan biasanya anak-anak dibawah 5 tahun pake diaper. Tapi karena odang udah mau sekolah dan musti belajar pipis di wc maka ummi akalin toilet training-nya dgn cara itu (odang ogah pipis di potje). Ummi juga pasang weker tiap 2 jam sekali odang harus ditatur pipis di wc. Ummi juga bilang ke odang, bahwa odang udah gede harus mulai pipis di wc selain itu uang untuk beli diaper jadi bisa untuk bayaran sekolah...

Hhhmmmm...moga odang ngerti dan "proyek" ini berhasil.

Tuesday, January 25, 2005

Salju Pertama Adek


Pagi ini salju turun lagi. Lebih tebal sedikit dari kemarin. Ini salju pertama adek Hannah, dan yang ketiga bagi odang. Pingin rasanya keluar berfoto -- tapi pagi-pagi abah harus cepat berangkat ke sekolah. Ditimpa sinar matahari, air sungai jadi berwarna biru keperakan, dan salju di jalan jadi makin putih berkilau. Sejak jam 7 pagi tadi (masih gelap) orang2 belanda sudah pada ngajak jalan2 anjingnya, agak siang sedikit sudah ada yg row-row-row the boat -- bersampan, hhmmm dasar orang belanda....

"Bebeknya nggak ketinan (kedinginan-red) ya ummi?" tanya odang asyik liat itik roven dan burung camar beterbangan dan berenang di sungai dari jendela kaca rumah kami yang lebar dan memang tepat berada di pertigaan sungai. Odang nggak bisa keluar karena sedang kena grip -- flu + batuk dan panas. Odang kehujanan waktu antar adek imunisasi di consultatiebureau (posyandu) kamis kemarin. "Posyandu" nya baru pindahan, dekat kantor post di Thijssestraat 49, tadinya di Pelstraat beberapa blok dari rumah kami. Hari minggu kami juga kena badai angin dan hujan waktu nengokin adek Fatimah dan adek Zahra di Delft. Jadi odang dan abah kena grip, alhamdulillah adek kuat (sama kayak ummi hehehe...). Mudah-mudahan nanti sore odang sudah lebih baik dan kita bisa berfoto di depan sungai.

Friday, January 21, 2005

Kelihatan Udel

Abah hari ini begitu tergesa. Pagi sholat Ied di Masjid Al Hikmah Den Haag, pulang sebentar pergi lagi ke Koningin Wilhelmina School. Ya, abah mau daftarin odang sekolah disana dan hari ini ada janji penjelasan tentang sekolah oleh Juffrouwnya. Di Peuterspeelzaal Klein Duimpje odang bulan februari ini akan mulai sekolah. Sebetulnya odang sudah didaftar di Peuterspeelzaal De Kameleon, tapi ummi kok ngerasa nggak sreg kalau odang sekolah disana. Jarak dari rumah ke Klein Duimpje juga ternyata lebih dekat meskipun De Kameleon kelihatan dari balkon rumah. Selain itu yang bikin ummi ngeri, juffrouw di De Kameleon itu pake baju yang kelihatan udelnya..."Iiihhhh, malu deh!" begitu komentar odang kalau liat udel orang...

Tuesday, January 18, 2005

Murid Terkecil

Hari Jumat lalu abah bilang ke Ummi, hari selasa mau ajak odang ke sekolah (Sekolah Indonesia di Netherland yg terletak di Wassenar). Ummi sedikit khawatir, dimana nanti odang tidur siang, e'e' atau kalau minta pulang, abah kan harus ngajar... Akhirnya hari selasa itu datang. Pagi-pagi odang sudah bangun, sebelum "ndandani" odang, ummi pastikan sekali lagi abah siap bawa odang, dan akhirnya odang pun ikut abah. Abah nggak bawa "gerobak" -- sebutan kami untuk buggynya odang, soalnya bus yg rute ke Wassenar nggak ada tempat untuk buggy. Jadi odang harus jalan atau kalau capek di gendong abah. Seharian ummi menunggu di rumah sama adek. Ada sedikit cemas, waktu ummi telp. kata abah odang sedang tidur di meja dan abah sedang mengajar jadi nggak bisa cerita banyak.

Sorenya, setelah pulang abah baru cerita. Di sekolah odang jadi murid terkecil di kelas. Ya semuanya kan kakak2 SMP dan SMU. Murid2 abah pingin gendong odang, tapi odang nggak mau, juga guru2 teman abah. Sorenya setelah sekolah usai, abah dan odang ditawari tumpangan mobil Oom Wariso. Kata abah untuk minggu ini cukup sekali ini odang ikut, soalnya tangan dan punggung abah pegel-pegel. Ah, abah kapok ya....!

Friday, January 14, 2005

Makna di Balik sebuah Amanah

Telah lahir ke dunia fana, puteri kami, hari Jum’at, 27 Desember 2002, pukul 07.40 CET., di Ruang Bersalin "Prinses Máxima Kinderafdeling", Rumah Sakit Westeinde (Rumah sakit ini juga dikenal dengan nama Medisch Centrum Haaglanden (MCH), Lijnbaan 32, 2501 CK, Den Haag), Den Haag, dengan bantuan tim medis pimpinan dr. Deniz Y. Kagie. Tanggal kelahiran tersebut sesuai dengan perkiraan (uitgerekend) Tim Bidan EVA Verloskundigen (Klinik ini berlokasi di Copernicusplein 4, 2561 VN, Den Haag. Diantara bidan yang pernah menangani kehamilan Ummu Jasmijn adalah Renske van de Oever, Miranda Schrevelius, Rianne van Klaveren dan Songul Sabur) yang mengontrol selama kehamilan. Perawatan pasca kelahiran ditangani oleh Kraamzorg Dunia (Klinik ini berlokasi di Copernicusplein 4, 2561 VN, Den Haag. Diantara bidan yang pernah menangani kehamilan Ummu Jasmijn adalah Renske van de Oever, Miranda Schrevelius, Rianne van Klaveren dan Songul Sabur). Alhamdulillah dan segenap rasa syukur kami persembahkan kepada Allah (SWT) atas anugerah sekaligus amanah-Nya tersebut.

‘Penyejuk hati’ ini kami beri nama: Jasmijn Salsabila Haags-Alimah, dengan panggilan: Yasmein. Akhirnya Allah (SWT) menakdirkan kami memilih nama ini dan merupakan bentuk final dari beberapa bakal nama yang telah kami siapkan sejak awal kandungan, sekaligus merefleksikan do’a, cita-cita dan harapan kami terhadap Jasmijn. Sesuai dengan sebuah Hadits Rasulullah (SAW) dari Abu Darda bahwa: “Rasulullah (SAW) pernah bersabda: ‘Kalian kelak di Hari Kiamat akan dipanggil dengan nama kalian dan dengan nama ayah kalian, maka berikanlah nama itu dengan yang baik-baik.’”

Jasmijn dalam bahasa Belanda berarti melati, dan Salsabila adalah nama sebuah mata air di salah satu surga. Harapan kami, di Hari Akhir nanti, puteri ini bisa menjadi salah satu ‘melati’ yang menghiasi mata air tersebut. Dengan gabungan kata ini kami mengharapkan Jasmijn kelak tumbuh menjadi puteri dan wanita yang sholihah. Sedangkan penjelasan untuk kata Haags-Alimah adalah: Haags yang memberikan sifat pada kata Alimah merujuk pada kota Den Haag tempat kelahirannya, dan Alimah bermakna perempuan yang cerdas dan dalam ilmunya. Ringkasnya, ini merupakan do’a kami kiranya Jasmijn kelak berkemauan kuat untuk senantiasa menuntut ilmu yang bermanfaat secara mendalam.

Namun nama belakang Haags-Alimah ini sekaligus juga untuk mengenang bahwa pada suatu masa abah dan ummi-nya pernah menimba ilmu di Den Haag. Dengan demikian, kami berharap dalam kehidupannya kelak Jasmijn akan berorientasi, pertama pada Akhirat karena diharapkan sebagai ‘melati’-nya Salsabila, kedua pada keunggulan iptek yang berguna bagi aqidah dan dakwah, bangsa dan negaranya. Rangkaian nama yang kami berikan itu mencakup seluruh do’a, cita-cita dan harapan kami di atas. Kami juga berdo’a kepada Allah (SWT) semoga harapan ini tidak terlalu berat baik bagi Jasmijn maupun bagi kami yang mendapat amanah. Semuanya itu, insyaAllah, merupakan perjuangan untuk menggapai hidayah dan keridhaan-Nya.

Semoga kelak, ketika Jasmijn sudah lancar membaca dan cukup mampu berfikir, hendaknya dia bisa merenungi bait-bait yang kami coba formulasikan pada lembaran ini. Kiranya harapan yang tertera pada lembaran ini bisa menjadi acuan umum dari visi masa depan Jasmijn.

Den Haag, 27 Desember 2002,
bertepatan dengan 22 Syawal 1423 H,
Abah en Ummi

Senarai dan pemaknaan nama Adek Hannah akan menyusul, insyaAllah.

Sunday, January 09, 2005

Datang dan Pergi

Hari ini teman odang dan adek berkurang. Mbak Husna, Hilya dan De Hanif, juga ummi dan abinya sudah terbang ke tanah air. Selamat jalan! Datang dan pergi, selalu silih berganti di sini...suatu hari, ada giliran kita nak!

Saturday, January 08, 2005

Catatan kecil



Bij windkracht 10 worden bomen ontworteld, zoals deze 250 jaar oude boom bij de storm van 27 oktober 2002 op het landgoed Gooilust in 's-Graveland. De boom was volgens Natuurmonumenten de dikste van Noord-Holland. Foto Joost Postma, KNMI



Cuaca
Sudah dua hari ini, badai angin. Bunyinya di belakang rumah sampe suuiiing...suuiiingg! Ummi jadi ingat bulan Oktober 2 tahun lalu, saat odang umur 8 bulan dalam perut ummi, terdampar! Ya, waktu itu ummi sama tante Diena ke Delft ada acara pengajian, sejak pagi angin memang sudah kenceng banget, tapi karena janji mau ajak tante Diena maka ummi jalan terus. Waktu nunggu di halte depan HHS (sekolah abah) ummi lihat papan2 penutup bangunan yg baru dibuat, terbang melayang2, ngeri. Untung tante Diena segera datang dan kami pergi ke Delft. Setelah selesai acara, kami pulang ke Den Haag. Badai angin semakin menjadi, tante Diena mutusin mau ke Leiden. Abah ada acara juga di Delft tapi belum selesai, jadi ummi pulang sendiri. Lama sekali tunggu trein di stasion Delft, akhirnya ummi coba naik tram, yang juga lama nggak nongol2, saat akhirnya tram datang ternyata itu tram terakhir karena setelah itu semua transportasi di Belanda lumpuh akibat cuaca buruk (di Amsterdam atap bandara Schipol sampai lepas juga). Ummi naik tram sampai di stasion CS jam 2 siang. Setelah itu terdampar menunggu bersama orang2 di stasion sampai jam 8 malam, abah dan Oom Taufan jemput ummi bareng2 sama beberapa teman2 yg juga nggak dapat transport untuk pulang. Alhamdulillah...ummi dan odang baik2 saja, meskipun ummi sempat kelaparan dan haus (kebetulan juga nggak bawa uang cash di dompet) juga harus menahan pipis selama itu demi mempertahankan kursi di Stasion CS (kursi tunggu bener2 jadi rebutan) :)) Alhamdulillah,apa yang Ummi alami pasti nggak seberapa dengan yang dialami saudara2 kita di Aceh...semoga mereka sabar dalam cobaan.

Odang & Hannah
Odang, adek, ummi dan abah semua kena flu! Oya sudah seminggu ini Adek mulai memiringkan badannya, tapi adek suka menjerit2 kalau latihan miring :) sabar dan giat berlatih ya Nak.... Odang lagi seneng ngupas jeruk & leci sendiri, juga lagi suka main gunting2 kertas. Oya, adek juga suka banget kalo diajak bicara - itu mulutnya sampe mancung2...






Generasi Covid, Magical Generation??

Alhamdulillah, akhirnya Odang lulus SMA... meski rasanya kok kayak nggak lulus beneran karena tidak ada UNBK dan lulus dalam kondisi di r...