Friday, January 14, 2005

Makna di Balik sebuah Amanah

Telah lahir ke dunia fana, puteri kami, hari Jum’at, 27 Desember 2002, pukul 07.40 CET., di Ruang Bersalin "Prinses Máxima Kinderafdeling", Rumah Sakit Westeinde (Rumah sakit ini juga dikenal dengan nama Medisch Centrum Haaglanden (MCH), Lijnbaan 32, 2501 CK, Den Haag), Den Haag, dengan bantuan tim medis pimpinan dr. Deniz Y. Kagie. Tanggal kelahiran tersebut sesuai dengan perkiraan (uitgerekend) Tim Bidan EVA Verloskundigen (Klinik ini berlokasi di Copernicusplein 4, 2561 VN, Den Haag. Diantara bidan yang pernah menangani kehamilan Ummu Jasmijn adalah Renske van de Oever, Miranda Schrevelius, Rianne van Klaveren dan Songul Sabur) yang mengontrol selama kehamilan. Perawatan pasca kelahiran ditangani oleh Kraamzorg Dunia (Klinik ini berlokasi di Copernicusplein 4, 2561 VN, Den Haag. Diantara bidan yang pernah menangani kehamilan Ummu Jasmijn adalah Renske van de Oever, Miranda Schrevelius, Rianne van Klaveren dan Songul Sabur). Alhamdulillah dan segenap rasa syukur kami persembahkan kepada Allah (SWT) atas anugerah sekaligus amanah-Nya tersebut.

‘Penyejuk hati’ ini kami beri nama: Jasmijn Salsabila Haags-Alimah, dengan panggilan: Yasmein. Akhirnya Allah (SWT) menakdirkan kami memilih nama ini dan merupakan bentuk final dari beberapa bakal nama yang telah kami siapkan sejak awal kandungan, sekaligus merefleksikan do’a, cita-cita dan harapan kami terhadap Jasmijn. Sesuai dengan sebuah Hadits Rasulullah (SAW) dari Abu Darda bahwa: “Rasulullah (SAW) pernah bersabda: ‘Kalian kelak di Hari Kiamat akan dipanggil dengan nama kalian dan dengan nama ayah kalian, maka berikanlah nama itu dengan yang baik-baik.’”

Jasmijn dalam bahasa Belanda berarti melati, dan Salsabila adalah nama sebuah mata air di salah satu surga. Harapan kami, di Hari Akhir nanti, puteri ini bisa menjadi salah satu ‘melati’ yang menghiasi mata air tersebut. Dengan gabungan kata ini kami mengharapkan Jasmijn kelak tumbuh menjadi puteri dan wanita yang sholihah. Sedangkan penjelasan untuk kata Haags-Alimah adalah: Haags yang memberikan sifat pada kata Alimah merujuk pada kota Den Haag tempat kelahirannya, dan Alimah bermakna perempuan yang cerdas dan dalam ilmunya. Ringkasnya, ini merupakan do’a kami kiranya Jasmijn kelak berkemauan kuat untuk senantiasa menuntut ilmu yang bermanfaat secara mendalam.

Namun nama belakang Haags-Alimah ini sekaligus juga untuk mengenang bahwa pada suatu masa abah dan ummi-nya pernah menimba ilmu di Den Haag. Dengan demikian, kami berharap dalam kehidupannya kelak Jasmijn akan berorientasi, pertama pada Akhirat karena diharapkan sebagai ‘melati’-nya Salsabila, kedua pada keunggulan iptek yang berguna bagi aqidah dan dakwah, bangsa dan negaranya. Rangkaian nama yang kami berikan itu mencakup seluruh do’a, cita-cita dan harapan kami di atas. Kami juga berdo’a kepada Allah (SWT) semoga harapan ini tidak terlalu berat baik bagi Jasmijn maupun bagi kami yang mendapat amanah. Semuanya itu, insyaAllah, merupakan perjuangan untuk menggapai hidayah dan keridhaan-Nya.

Semoga kelak, ketika Jasmijn sudah lancar membaca dan cukup mampu berfikir, hendaknya dia bisa merenungi bait-bait yang kami coba formulasikan pada lembaran ini. Kiranya harapan yang tertera pada lembaran ini bisa menjadi acuan umum dari visi masa depan Jasmijn.

Den Haag, 27 Desember 2002,
bertepatan dengan 22 Syawal 1423 H,
Abah en Ummi

Senarai dan pemaknaan nama Adek Hannah akan menyusul, insyaAllah.

Generasi Covid, Magical Generation??

Alhamdulillah, akhirnya Odang lulus SMA... meski rasanya kok kayak nggak lulus beneran karena tidak ada UNBK dan lulus dalam kondisi di r...