Friday, February 06, 2015

My Last Holiday

Jasmijn S. Haags-Alimah
6 February 2015

It was a fine sunny morning in the month of June, 2014. My grandmother from Indonesia stayed with us for 3 months. I jumped off my bed and ran downstairs, it was packing day. I saw my little sister packing. We were going to Istanbul, Turkey. So my grandma was having a double vacation, to The Netherlands and Turkey.



*a few days later*
I woke up and looked up to the clock. It was 08.30. I overslept! I ran down the stairs and ate my breakfast. At 12.00 we arrived at the Rotterdam-The Hague Airport. In the waiting room I sat down next to my sister, grabbed my book and read. I sighed, it was boring, I continued reading, but this time I took another book. Hannah was drawing in her sketch book. My mum and grandmother were talking to each other while my dad was waiting patiently.

*a few minutes later*
I groaned, “When can we get in the plane?!” I was really bored and had nothing to do. I read, drew in my sketch book, played around with my sister. This couldn’t get any worse, could it? It got worse. The plane got delayed for another 3 hours! I was annoyed, but I cooled down and tried to take just a little nap (I couldn’t sleep).
 
*a few hours later*
An announcement finally came out, “The plane to Istanbul has just landed, passengers please proceed to Gate 6.” We then boarded in the plane and sat on our seats. After a few minutes my dad ordered some tuna sandwiches and iced tea.

*a few hours later* (I was asleep, so didn’t remember anything)
The plane landed at 21.00 in Sabiha Gökçen Airport, but we got out of the plane at 21.20. We took a taxi and drove to the hotel. We arrived at about 00.00. We ate supper and went to bed.


The very next morning I asked my dad what time it was. “It’s almost 09.00,” he answered. I heard the bathroom door open and saw my grandmother coming out. We ate breakfast and planned to go to the Blue Mosque and the Hagia Sophia. We went out of the hotel and started walking to the Blue Mosque. When we arrived, we did our prayers in the gigantic mosque. After that we walked to the Hagia Sophia. It had a beautiful garden and was flooded by visitors. Unfortunately, we couldn’t go to the museum. Then we went to a Turkish restaurant and sat on a long bench at the park. We sat on the bench for a long time. We were very thirsty and quite tired. My dad and grandmother slept on the bench, in public! I won’t blame them for sleeping on the bench, it was a hot day and we were sitting under the shade of trees anyway. People who walked by stared at us, probably thinking we were homeless! After that we went back to the hotel and had dinner.

The next day we went to the Grand Bazaar where we bought some souvenirs. Then we went to the airport by taxi. On the way, I had a really bad stomach ache. I drank coke and ice-cream not long after that. I wondered why my tummy hurt. When I asked my mum, she answered “If you mix soda with milk, it will all turn into really sour acid”. The coke I drank contained soda and the ice-cream I ate contained milk. My stomach was probably not strong enough to let something so sour in my tummy. I almost threw up when we arrived at the airport, and then we queued before the custom officer’s counter. The queue was so long that we almost missed our flight, but we made it and got on the plane on time. When we arrived in The Netherlands, it was midnight and two nights before Ramadhan. It was really nice and unforgettable. Our holiday to Turkey apparently turned to be a special gift to welcome the coming of the fasting month.




 The city of Istanbul is huge and breathtaking. The former capital of two great empires, namely the Eastern Roman Empire/Byzantine and the Islamic Ottoman Empire, does worth to visit.

Sunday, August 07, 2011

Membuat Kupu-kupu Magnet

Bahan-bahan:
1.Kotak karton
2.Magnet
3.Gambar kupu-kupu
4.Paperclip besar
5.Benang

Cara membuat:
Gambar kupu-kupu pada selembar kertas.Siapkan kotak karton.Memasang benang pada kupu-kupu dan karton.tempelkan paperclip pada kupu-kupu.
Cara memainkan lihat film berikut

Monday, August 01, 2011

Ramadhan 2011

Hari ini hari pertama puasa aku bangun jam setengah empat. Aku sahur dulu sebelum sholat. Habis itu aku sholat. Aku masih capek aku kembali tidur.

Tapi sebelum itu aku bikin hiasan.Aku bentuk hiasanya hati dan bentuk Hannah ikan.tulisan aku I love Ramadhan dan tulisan hannah Aku suka Ramadhan.

Habis itu aku membuat celengan Infaq Ramadhan.Hiasnya dengan stiker dan origami.Setiap hari Ummi kasih uang lima puluh cent.Uang ini disumbang ke Indonesia.


Thursday, July 28, 2011

My Journey To England

Hari Rabu tanggal 22 Juni 2011 kami ke Inggris. Naik pesawat Easyjet dari schipol menunju Luton. Abah menyewa mobil Ford Galaxy,setelah itu kami ke Oxford.

Oxford
Di Oxford kami naik City Sighseeing Bus keliling kota. Sebelumnya kami makan siang di Ruchi take-away. Kami ke London dan menginap di Wisma Indonesia (Ibu Usya). Aku mandi di shower dan tidur di tempat tidur tingkat.

London
23-06-2011
Kami jalan-jalan ke kota menggunakan karcis London Un
derground. Dengan karcis ini kita bisa naik bus dan kereta dalam satu hari. Kita harus lihat Tube-map, supaya tahu kita turunya di mana. Naik dari stasiun Colindale,turun di stasiun Warren street.

London Zoo
24-06-2011
Di London zoo kami melihat ikan-ikan, aneka reptil (disini film Harry Potter dibuat). Selain itu mengunjungi Butterfly Paradise. Kupu-kupu beraneka warna beterbangan sekitarku.




Big Ben, London Eye, London Bridge
24-06-2011

Kami mengunjungi menara Big Ben, naik London eye, berfoto di London bridge (Naik ke London eye tingginya:135 meter/443 feet).
RAF Museum
Aku melihat pesawat dan helikopter jaman dulu dan sudah tua. Museumnya luas. Disana juga ada komputer untku main game tebak jenis pesawat. Habis itu makan di restauran Wessex cafe.

Foyles Book Store
Aku capek ikut Ummi cari buku bekas, akhirnya ke Foyles Book Store membeli buku Kiki's Delivery Sevice, My Neighbour Totoro, Charlie & Lola, buku untuk ummi dan lain-lain. Aku sudah nonton film Kiki dan Totoro. Bagus.

Buckingham
Naik London Underground ke istana Buckingham, aku melihat penjaga istana bergantian jaga istana, mereka bermain musik. Tapi hari panas sekali, aku nggak tahan.


Birmingham Lihat Birmingham University. Ke Cadbury World, disana kami meihat cara buat coklat, cara bungkus coklat, naik permainan Cadabra, main game di Purple Planet. Bagus lho, Azetec Jungle,dan ke Chocolate Making Room. Aku dikasih coklat, tapi kemanisan.

Ini Plakboek buatan aku & Hannah. aku jadi ingin ke Inggris lagi.







Saturday, October 24, 2009

Last Moment, New Environment, Smile & Tiers...

Masya Allah, udah lama banget ummi ga ngisi blog ini. Sejak libur sekolah anak2 musim panas lalu sampai masuk winter... padahal banyak kejadian yang merupakan moment penting untuk anak-anak & kami.

Last Moment - Good Bye Carrolusschool

Setelah melalui masa menimbang lebih kurang 3-4 bulan & istiqoroh, akhirnya kami memutuskan Odang & Ndek pindah sekolah. Bukan karena alasan ummi diminta ngajar full time sebagai relawan guru, tetapi juga ada beberapa hal yang membuat kami membulatkan tekad pindah tsb. Sikap anak-anak yang makin ke-belanda2an menjadi alasan kuat, odang mulai nggak terlalu aware sama makanan yang nggak halal (karena beberapa temannya yang muslim asyik2 aja, dan odang berpatokan pada mereka) ini kejadian waktu odang ikut kursus masak di sebuah opvang. Waktu ummi minta ijin odang nggak ikut lagi, gurunya malah jutek tersinggung... terus ngancem tahun depan odang ga boleh ikut lagi ekskul!

Waktu wisata sekolah Ndek yang paling kecil mungil, juga ga diperhatikan (kebetulan Juf Ellen yang biasanya selalu sayang sama Ndek ga bisa ikut), pulang dari wisata ke Blijdorp Ndek langsung nangis & malam kakinya kram karena terlalu capek jalan, gurunya ga care banget... Anak2 juga dipengaruhi supaya ga pake jilbab. Jadilah kami mutusin anak-anak pindah di hari terakhir sekolah. Meski sebelumnya mereka udah tahu rencana ini, tapi mereka cukup kaget waktu kami bikin acara afscheid/perpisahan. Guru2 kami beri kenang2an, ummi ga datang karena biasanya ummi ga suka dg acara perpisahan.

Insya Allah niat kami adalah menguatkan dulu fondasi keislaman mereka, mumpung masih anak2 masih bisa dibentuk, nantinya jika mereka telah siap & telah melalui masa remaja yang merupakan masa riskan, mereka boleh kembali ke sekolah Belanda.




New Environment - SIN Wassenaar

Bukan hal yang mudah dalam adaptasi dengan lingkungan yang baru, padahal anak-anak sudah sering dibawa ke SIN. Apalagi waktu pertama masuk, siswa SD cuma mereka berempat. Odang selalu bilang "saai", ummi sendiri juga sedang dalam masa adaptasi dengan ngajar full time. Odang yang paling merasa kehilangan teman2nya, kalo Ndek sih cuek karena dia memang sejak awal nggak ngerasa nyaman di sekolah belanda.

Alhamdulillah nggak lama datang anak2 Maroko. Odang mulai semangat karena juga ada sparing partner dalam berbahasa Belanda. Nah, supaya anak2 nggak lupa dengan bahasa Belandanya selain ada 2 jam pelajaran bahasa belanda, ummi juga daftarin mereka di bibliotheek Den Haag.
Ummi yang makin stress karena harus ngadepin anak2 yang nggak berbahasa Indonesia. Kakak2 kelas Odang juga sering datag ke kelas SD saat mereka nggak ada pelajaran, suasana makin marak.



Odang & Ndek ikut semua kegiatan di SIN. Mulai dari upacara, morning speak, pemilu osis, pesantren kilat, bukber dll. Alhamdulillah lama-lama mereka menikmati lingkungan barunya. Odang & Ndek masih terus berbahasa belanda, teman2nya yang indonesia malah ikutan juga. Pelan-pelan Odang & Ndek mulai memakai kembali jilbabnya, bahkan sekarang udah nggak pernah minta lepas lagi, alhamdulillah... makanan tentu saja lebih terjaga karena ummi selalu bawa dari rumah. Sopan santun, pergaulan, Ndek juga makin pede main dengan teman-temannya. Sekarang siswa SD makin bertambah, kelas jadi makin rame karena mereka bermain bersama tanpa lihat umur & kelas.



Disela-sela waktu belajar, odang juga belajar main piano yang kebetulan ada di ruang SD. Dari Kakak2 yang ketika istirahat digunakan untuk makan siang & main piano, Odang memperhatikan & akhirnya mencoba. Kalau Ndek, lebih tertarik dengan tari. Kakak2 yang sering latihan menari untuk persiapan Olimpiade SILN di Makassar nanti jadi perhatiannya.

Ummi & Ibu Dwi juga berupaya membuat menarik setiap pelajaran, sebagian mengadopsi metode belajarnya sekolah Belanda. Menghias kelas supaya nggak boring. Ternyata anak2 sangat antusias waktu kami mengadakan acara cooking club membuat cookies, melukis dengan cat air, membuat kerajinan tangan keranjang dari koran, mengumpulkan daun & buah kering kemudian dibuat hiasan dll. Buat ummi memang terasa berat karena harus menyediakan waktu & tenaga extra, kadang kecapekan. Tapi ummi senang & puas.



Video2 lain bisa dilihat disini http://portfolioku.multiply.com/video sedangkan foto-foto di sekolah bisa dilihat disini http://portfolioku.multiply.com/photos/album/16/Anak-anak_di_SIN_Wassenaar


Monday, June 01, 2009

Sunday, April 26, 2009

Pada Makin Gaya...

Ternyata waktu sebulan itu penuh banget terisi dengan berbagai kegiatan. Apalagi Maret - April ini udah masuk Lente/Musim semi, udara seringnya cerah dan sejuk, anak-anak nggak perlu lagi pake jaket tebal kalo pas nggak mendung, main ke speeltuin atau halaman belakang sekalian berkebun. Di sekolah anak-anak juga udah banyak program yang outdoor.


Geel Kart
Tanpa disadari ternyata Abah & Ummi udah 6 kali telat ngantar anak-anak ke sekolah. Seringnya sih kalo pagi karena banyak banget yg musti disiapin sementara waktu kayaknya cepet banget siang, terutama pas udah pergantian jam, zomertijd! Jadi maju 1 jam lebih cepat. Odang juga pernah sekali ga ngerjain PR yang biasa dikasih 2 minggu sekali itu, odang malas ngerjain karena nggak ditemenin ummi. Ummi juga lupa ngingetin karena pas lagi druk banyak kegiatan. Setelah 2 minggu, jumat siang gurunya bilang PR dikumpul, Odang yang tahu dirinya salah langsung ngerjain siang jam istirahat itu di rumah, ya ga bisa lah...akhirnya malah telat kembali ke sekolah sementara PR juga belum selesai. Ummi deh yang kena tegur Juffnya...terus seminggu kemudian dapet kartu kuning, ihiks! Sejak itu Abah & ummi udah kayak hansip ngejar anak-anak supaya cepet, snel..snel...nanti telaaaat! Odang juga rajin ngerjain PRnya, begitu dapet sore pulang sekolah selesai, besoknya langsung diserahin ke Juffnya. Hm... pelajaran disiplin nih buat kami.

Uwak Edy datang!
Waktu bayi dulu, odang kalo nangis suara yang keluar bukan oe..oe.. tapi eddii...eddii..hahaha, Abah & ummi suka ketawa dengernya, karena itu nama Uwaknya, kakak Abah. Alhamdulillah akhir awal april lalu Uwak berkesempatan nengokin kami, uwak lagi ada pelatihan di Bremmen, udah deket jadi nggak boleh nggak mampir. Uwak juga bawain oleh-oleh baju dari para sepupu: Odang Syahrani, Teh Bina & Sayyid, juga mukenah cantik dari Mama Feny. Eyang ngoleh-olehin baju, kebutuhan dapur dan loyang kue (yg ini pesenan ummi). Terima kasih Uwak yang udah kayak kerstman ngegembol oleh-olehnya. Uwak sempet nginep semalam, besoknya kami keliling den haag, juga ke pantai Scheveningen sambil makan seafood di Simonis. Orang pantai vakantienya ya ke pantai juga hehehe...


Naik Kendaraan Umum
Pertama kalinya nih, pergi dengan kendaraan umum tanpa Abah. Biasanya kemana-mana kalo naik kendaraan umum pasti sama abah, karena biasanya kan harus bawa buggy & ummi ga kuat angkat2nya mengingat punggung. Atau kalo ummi harus pergi ya berangkat sendiri tanpa anak-anak. Kebetulan belakangan acara-acara ummi & abah selalu bentrok karena Abah acara di luar kota. Alhamdulillah anak-anak udah dibiasain 8 kali bolakbalik berangkat dan pergi ke sekolah tanpa buggy lagi, jadi udah bisa lah dicoba naik kendaraan umum tanpa perlu bawa buggy. Senengnya mereka, karena memang udah lama nggak naik bus & tram. Jadi pas ke rumah tante Ida di Mariahoeve, mereka janji nggak ngeluh capek dan nggak tidur di jalan. Ummi siapin perangkat "perang" snoep & kue-kue, supaya mereka seneng. Ternyata anak-anak kooperatif dan lebih banyak fun-nya. Odang sekarang juga udah tahu, begitu naik, langsung cari tempat duduk terdekat, adek juga. Setelah sukses perjalanan pertama, Abah jadi berani ngelepas kami. Acara2 berikutnya anak-anak pilih naik kendaraan umum kalo kebetulan nggak bareng sama abah.


Ke De Boosrand & berkebun
Seperti tahun lalu, kicau burung dan mekarnya bunga-bungaan jadi bikin semangat untuk ngeberesin kebun belakang. Kali ini kami nggak beli tanaman lagi (kecuali ummi yang teuteup laper mata lihat pohon suplir hehehe...). Ke De Boosrand lagi, dengan niat refreshing mata dengan pemandangan tanaman. Beli tanah satu karung, juga beberapa macam bibit bunga dan sayur. Anak-anak seneng di bagian binatang, lihat kelinci & hamster, pengin sih beliin mereka supaya punya pets, tapi kalo inget susah ngurusnya mending lain kali aja karena anak-anak tampaknya belum bisa dipegang janjinya kalo soal melihara.


Bibit2 langsung di semai. Anak2 seneng kalo ummi & abah berkebun, mereka ikutan cabutin rumput dan ngorek-ngorek tanah, begitu cacing dan serangga lain keluar, langsung teriak! Sayang musim semi tahun ini meski matahari udah muncul tapi udara dingin terus, bibit2 yang ummi semai jadi lambat tumbuh. Tapi tetep semangat berkebun.


Ke Efteling!
Seminggu sebelum Ujian Nasional, murid-murid SIN refreshing ke Efteling. Wiiy asyiiik ternyata tempatnya dibanding tempat-tempat yang sudah kami kunjungi. Buat ummi pribadi sungguh amazing lihat seluruh tata bangunan yang bener-bener sprookjes, serasa kembali ke beberapa abad lampau di daerah Inggris. Speelplaats untuk anak-anak seumur Odang & Ndek juga ada jadi mereka nggak bete, juga ada edukasi ke anak supaya buang sampah nggak sembarangan. Belum semua tempat kami jelajahi. Sayang banget, karena waktunya kurang panjang... kayaknya pengin agendain lagi deh khusus pergi sekeluarga, pas anak-anak rada gedean dikit supaya mereka bisa main puas semua afdelingnya.










Kemana-mana sama Bu Roos, Bu Tati & Bu Sofner ;)







Indoor & Outdoor
Beberapa kali jam makan siang anak-anak di luar rumah. Bukan ke restoran tapi bawa bekal makanan terus anak-anak ummi giring ke Kortenboschpark deket sekolah mereka. Aiiih disana udah di renovasi jadi makin cantiiik dilengkapi dengan beberapa permainan. Disepanjang pinggiran taman juga ditanami tulip aneka warna. Kalo gini sih nggak usah ke Keukenhof juga ga apa, gratis pulak! Jadi kalau nggak mendung, ummi usahain anak-anak selalu ada di luar rumah. Karena kalo di rumah kegiatannya ya apalagi kalo bukan nunggu jadwal film anak-anak (karena sekarang udah ga ada program film katun 24 jam lagi kayak dulu, ganti pake KPN yang basis), main komputer...


Kalo udah gitu, ummi kena harus berhenti dari urusan2 lain. Bikin latihan soal untuk anak-anak di buku kerjanya, nugasin menggambar, melukis dengan cat air, atau ya prakarya bareng. Mau nggak mau jadi musti rajin ke Zeeman atau Kruidvat cari-cari bahan knutselen yang murah meriah. Sekalian sebagai kado untuk acara TPA. Alhamdulillah anak-anak fun aja, mereka nggak pernah nuntut minta dibeliin mainan yang mahal-mahal, cukup 1-2 euro saja.


Kemarin nemu balloon clown, anak-anak belajar bikin mainan dari balon aneka warna, wah seneng deh. Ummi juga ikutan seneng karena hobi ummi kan knutselen hehehe... Odang minta dibuatin figur anjing, terus ditempelin kertas (maksudnya sih dia bikin nametag) ditulisin : no.telp (dia asal bikin 068117192 - bagi yang terhubungi mohon maaf hehehe...), Alamat : Bakkersstraat, Naam: Mars, achternaam: pip. Weleh2 hehehe... lucu aja, ternyata dia memperhatikan anjing2 yang selalu ditemuinya di jalan menuju sekolah. Katanya supaya nggak vermist (hilang) kayak kucing-kucing yang sering banget hilang disekitar rumah, yang punya nempelin berita kehilangan di tembok2.

Odang juga lagi seneng bantu ummi cuci piring. Pokoknya dia ngambek kalo ummi udah beres nyuci. Di sekolahnya juga ngadain program les masak. Cuma yang ngorganisir bukan dari sekolah tapi dari stichting Jeugdhaven di Prinssegraacht. Awalnya sih ummi seneng karena yang dimasak telur rebus dan patat, tapi kali ke dua odang cerita mereka masak kip gehak balletje. Yang daging ayamnya ga jelas beli dimana. Sementara odang sendiri orangnya kadang suka nggak bisa nolak (beda sama Ndek yang punya prinsip). Ummi bilang, kalo gitu pas selesai masak odang harus lihat mana yang nggak boleh/nggak halal, seperti vlees (daging) mending nggak usah makan. Malamnya dia ngomong ke abah dia mau ngundurin diri aja, karena disana juga saai (membosankan). Memang sih, lihat tempatnya aja ummi udah nggak sreg, meski sebagian sih temen2 sekolahnya juga, tapi yang ngebimbing itu kayaknya bukan orang terpelajar (vrijwilliger) yang waktu ummi jemput itu ada yang tatto-an di bokongnya...


Gezelig TPA & Acara di Sekolah
Tiap bulan santri TPA Den Haag berkumpul. Acaranya ya setoran hafalan ayat & doa, belajar nulis arab, dll. Kali ini karena cuaca sudah mulai bagus diselenggarain outdoor, di halaman belakang rumah Tante Hery & Oom Fery. Ummi & anak-anak datang telat karena sebelumnya ummi ada acara lain. Waaah senengnya, karena ada games lagi.

Bawa air dengan piring plastik terus setor ayat sama balap gundu sambil setor doa. Abis itu seperti biasa masukin uang di spaarpot, dapet snack & kado tentunya....

Di sekolah, Odang & Ndek juga beberapa kali ada acara. Diantaranya perayaan paskah yang diisi dengan ontbijt (makan pagi) bareng2, nggak pake acara doa2 apalagi pergi ke gereja karena di sekolah odang itu sebagian muslim. Ini memang tradisi makan2 aja di semua sekolah umum belanda. Terus minggu kemarin juga ada acara Meester & Juff daag, hari guru. Guru-guru & siswa semua kumpul di speelplaats sekolah terus mereka ngadain acara nyanyi, putar film anak-anak dan permainan.

Anak-anak disuruh pakai kostum, sayang Odang & Ndek nggak punya baju daerah. Malah punya baju cina yang dulu dikasih gratis dari kringloop hehehe...Kapan-kapan pengin juga nitip baju2 tradisional Indonesia buat mereka.

Generasi Covid, Magical Generation??

Alhamdulillah, akhirnya Odang lulus SMA... meski rasanya kok kayak nggak lulus beneran karena tidak ada UNBK dan lulus dalam kondisi di r...