
Slide atau perosotan ternyata jadi mainan favourite odang saat ini, selain juga lagi suka bongkar pasang puzzle. Sejak pulang dari Movie Park bulan yang lalu itu, odang jadi terobsesi main perosotan.
Kebetulan selama libur lente ini kan kita pergi ke beberapa taman (ceritanya di postingan berikutnya), mulai taman yang gratisan sampe yang memang bayar. Kalo yang gratisan ya ada di depan blok ga jauh dari portiek kami. Satu lagi di Rose Garden deket Scheveningen.Beberapa hari lalu, waktu ummi dan adek tidur siang, odang menciptakan sendiri slidenya. Dia bikin dari gembolan diaper. Satu gembolan untuk seluncurnya dan yang satu lagi untuk penyangganya, "ummi odang naik slide!!!". Subhanallah odang...sebetulnya ya ga bisa diseluncuri,
cuma odang asyik aja maksa berseluncur. Ummi jadi terharu, keinginan yang besar telah melahirkan kreatifitas, bahkan untuk anak seumur odang yang belum 2,5 tahun umurnya. Akhirnya ummi cari-cari papan, dan ketemu. Ya apalagi kalau bukan papan lemari dinding yang jadi korban...
Papannya jadi seluncur karena cukup halus permukaannya. Sedangkan penyangganya kursi makan. Odang seneng banget dan bolak-balik berseluncur. Tapi akhirnya harus berhenti, abah dan emak khawatir jatuh...Yaaaaaa...kapan-kapan lagi aja ya nak. Kalau ada rejeki abah barangkali mau beliin slide plastik di Toys "R" Us....??? *kedip2 ke abah*
Trus, selasa lalu odang udah masuk sekolah lagi setelah dua pekan plezierige vacantie. Odang jadi agak2 lupa. Sampai di kelas, setelah ummi gantiin sepatunya dg sepatu olah raga, odang berkali-kali bilang, "ummi tunggu di luar, odang nggak boleh nangis" sambil tangan mungilnya beberapa kali mengusap bulir-bulir kristal bening yang mulai berjatuhan. Duuuh,anak ummi..." Iya ummi tunggu diluar, odang jangan nangis ya" bujuk ummi. Terus odang digendong sama Juff Ingrid. Ummi pulang, sepanjang jalan ke rumah malah air mata ummi yang rembes...

Odang seneng banget sama buggy "baru"nya...itu joknya dicuci abah dan hari Minggu kami pergi, ummi dan adek ke Delft, Odang, abah dan Emak ke Madurodam.
Odang naik buggy "baru" itu. Lihat deh odang sama emak gaya di klompen raksasa.





bunganya yang berwarna putih penuh di semua batang, jadi mumpung kali ya mereka ngumpulin madunya. Di sungai yang sudah tidak lagi beku, orang-orang Belanda berlalu lalang dengan sampan atau perahu boatnya. Dari pagi sampai jam 21.00 malam karena jam segitu matahari masih bertengger. Ada juga yang mancing, tempat yang strategis ya memang di pertigaan sungai depan rumah itu...




Sampai disana kami langsung ke bagian spoed (ini bagian layanan darurat), waktu diperiksa perawatnya bilang adek masih ceria dan baik2 aja. Setelah dokter yang periksa ternyata adek perlu dikasih oksigen supaya parunya membuka. Selama di rumah sakit adek sholehah banget ga nangis atau rewel. Siangnya kami pulang dan mampir ke apotheek beli ventolin babyhaler semacam tabung untuk kasih oksigen tapi yg manual. Trus besoknya dokter telp tanya progressnya. Alhamdulillah kondisi adek lebih baik dari hari sebelumnya